ANALISIS NARASI DIGITAL TENTANG SEKSISME DI KANAL YOUTUBE PUELLA.ID
DOI:
https://doi.org/10.52423/jikuho.v10i3.1674Keywords:
Feminisme, Narasi Digital, Seksisme, YouTubeAbstract
Perempuan Indonesia kini memiliki pijakan yang semakin kuat dalam menjalani kehidupan yang setara dengan laki-laki, baik dalam aspek pendidikan, perjuangan ekonomi, pilihan pekerjaan, maupun aktivitas sosial-politik. Fenomena ini tercermin dalam komunikasi yang dibangun oleh perempuan di dunia maya. Melalui media digital, perempuan secara terbuka membagikan pengalaman hidup mereka guna membangun kesadaran akan pentingnya kesetaraan gender. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna seksisme dalam cerita yang dibagikan oleh perempuan melalui kanal YouTube. Penelitian ini merupakan studi kualitatif deskriptif yang difokuskan pada kanal YouTube Puella.Id. Metode analisis naratif digunakan untuk mengkaji narasi dalam dua konten, yang menghadirkan Tsamara Amany dan Awkarin sebagai narasumber dalam acara yang dipandu oleh Cinta Laura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial seperti YouTube telah dimanfaatkan oleh perempuan sebagai ruang untuk menyuarakan kesetaraan dan mendekonstruksi pandangan seksis terhadap mereka. Cerita yang dibagikan mencerminkan pergeseran makna seksisme dalam perspektif perempuan, di mana seksisme yang dipahami sebagai rasa tidak aman perempuan, kini juga dipahami sebagai insecurity yang dirasakan sebagian laki-laki atas eksistensi dan pencapaian perempuan. Dengan demikian, media digital seperti YouTube menjadi ruang strategis dalam membentuk narasi baru tentang perlawanan perempuan terhadap seksisme.
References
Alatas, S., & Sutanto, V. (2019). Cyberfeminisme dan Pemberdayaan Perempuan Melalui Media Baru. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 17(2), 165–176. https://doi.org/10.46937/17201926846
Banet-Weiser, S. (2018). Empowered: Popular feminism and popular misogyny. In Feminist Media Studies (Vol. 19, Issue 8).
Butler, J. (n.d.). BUTLER_gender_trouble.pdf.
Chen, S., van Tilburg, W. A. P., & Leman, P. J. (2023). Women’s Self-Objectification and Strategic Self-Presentation on Social Media. Psychology of Women Quarterly, 47(2), 266–282. https://doi.org/10.1177/03616843221143751
Collins, P. H. (2022). Black Feminist Thought, 30th Anniversary Edition: Knowledge, Consciousness, and the Politics of Empowerment. In Black Feminist Thought, 30th Anniversary Edition: Knowledge, Consciousness, and the Politics of Empowerment. https://doi.org/10.4324/9781003245650
Connell, R. W. (2009). Gender. Short introductions. Short Introductions, 173.
Daniah, I. A., & Pribadi, Y. (2023). Digital Feminism in Indonesia: The Counter-Narratives to Gender Inequality on Instagram. Jurnal Penelitian, 20(2013), 41–54. https://doi.org/10.28918/jupe.v20i1.1097
Eriyanto. (2015). Analisis Naratif: Dasar-dasar dan Penerapannya dalam Analisis Teks Berita Media. Prenada Media.
Gill, R. (2016). Post-postfeminism?: new feminist visibilities in postfeminist times. Feminist Media Studies, 16(4), 610–630. https://doi.org/10.1080/14680777.2016.1193293
Husna, A., & Fahrimal, Y. (2021). Representasi Perempuan Berdaya pada Akun Instagram @rachelvennya. Jurnal Studi Komunikasi Dan Media, 25(2), 131. https://doi.org/10.31445/jskm.2021.3801
Jannah, P. M. (2021). Pelecehan Seksual, Seksisme dan Bystander. Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi, 2(1), 61. https://doi.org/10.24014/pib.v2i1.12023
Kiranantika, A. (2020). Arising in Migration: Forming a Power through Connectivity for Javanese Women. KnE Social Sciences, 2020, 312–327. https://doi.org/10.18502/kss.v4i10.7419
Mogensen, K. (2014). Henry Jenkins, Sam Ford & Joshua Green: Spreadable media: Creating Value and meaning in A Networked Culture, New York: New York University Press. 2013. MedieKultur: Journal of Media and Communication Research, 30(56). https://doi.org/10.7146/mediekultur.v30i56.16054
Nurmala, M., Wulandari, S., & Cikka, H. (2024). Language Analysis of Sexism in Online Gender-Based Violence ( KGBO ) on Facebook Platform Reels in 2023. 6(4), 2023–2025. https://doi.org/10.56338/ijhess.v6i4.6299
Page, T., Studies, A., Feminisms, C., Analysis, C., Critique, I., Analysis, D., & Approaches, F. (n.d.). Rosalind Gill Gender And The Media 2007.
Parahita, G. D. (2019). The Rise of Indonesian Feminist Activism on Social Media. Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia, 4(2), 104–115. https://doi.org/10.25008/jkiski.v4i2.331
Prastiwi, I. L. R., & Rahmadanik, D. (2020). Polemik dalam Karir Perempuan Indonesia. Komunikasi Dan Kajian Media, 4(1), 1–11.
Riessman, C. K. (2008). Narrative Methods for the Human Sciences. Sage Publications
Rully, . (2020). Feminisme Dalam Iklan "After 11" Bukalapak. Profetik Jurnal Ilmu Komunikasi, 13(1), 168–183.
Salama, N. (2013). SEKSISME DALAM SAINS Nadiatus Salama Abstrak menetap , dan kemudian budaya laki-laki mulai melembagakan konsep mencegah perempuan berpartisipasi dalam proses politik ( misalnya : wanita Romawi tidak boleh mengikuti Pemilu atau memegang jabatan politik ). SAWWA: Jurnal Studi Gender, 8(2), 311–322.
Shoufan, A., & Mohamed, F. (2022). YouTube and Education: A Scoping Review. IEEE Access, 10(October), 125576–125599. https://doi.org/10.1109/ACCESS.2022.3225419
Suhada, D. N. (2021). Feminisme dalam Dinamika Perjuangan Gender di Indonesia. Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development, 3(1), 15–27. https://doi.org/10.52483/ijsed.v3i1.42
Syam, M. T., Thahir, A., Nurhikmah, N., & Hilmiyah, M. (2022). Gender Construction in Feminist Da’wah by Women Preachers on Youtube. Jurnal Dakwah Risalah, 32(2), 164–183. https://doi.org/10.24014/jdr.v32i2.15322
Toto, G. A., & Scarinci, A. (2022). Cyberfeminism: A Relationship between Cyberspace, Technology, and the Internet. Elementa. Intersections between Philosophy, Epistemology and Empirical Perspectives, 1(1–2), 1–2. https://doi.org/10.7358/elem-2021-0102-tosc
Toyyib, M., Rahman, D. N., Assidiki, M. H., Zainullah, & Moefad, A. M. (2023). Objectification and Exploitation of Women’s Students Content in Social Media. East Asian Journal of Multidisciplinary Research, 2(6), 2339–2352. https://doi.org/10.55927/eajmr.v2i6.4453
Usman, I. A., Akbar, M., Sultan, M.. (2024). Representasi isu feminisme pada akun instagram @ lingkarstudifeminis : suatu analisis wacana kritis. 10(2).
Utami, A. H. (2021). Media baru dan Anak Muda : Perubahan Bentuk Media dalam Interaksi Keluarga New Media and Youth: Changing Forms of Media in Family Interactions. JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi Dan Komunikasi Kepustakawanan, 11(1), 8. https://doi.org/10.20473/jpua.v11i1.2021.8-18
Wahyudi, D., & Kurniasih, N. (2022). Cyberfeminism dan Isu Gender dalam Arus Teknopolitik Modern. SETARA: Jurnal Studi Gender Dan Anak, 4(01), 25. https://doi.org/10.32332/jsga.v4i01.4523
Wati, D. R. (2022). Media Sosial Youtube Sebagai Penyebar Nilai Kesetaraan Gender. Jurnal Cahaya Mandalika, 3(3), 150–161. https://ojs.cahayamandalika.com/index.php/JCM/article/view/1089%0Ahttps://ojs.cahayamandalika.com/index.php/JCM/article/download/1089/963
Widayatsih, T., Widhi, D., Rahayu, S., & Lexianingrum, P. (2024). Navigating Gender Sexism on Social Media : Challenges and Collective Solidarity Among Hijab-Wearing Women in Muslim Fashion Trends on TikTok. 7(1), 113–127. https://doi.org/10.37680/muharrik.v7i1.5543
Willem, C., & Tortajada, I. (2021). Gender, voice and online space: Expressions of feminism on social media in Spain. Media and Communication, 9(2), 62–71. https://doi.org/10.17645/mac.v9i2.3851
World Economic Forum. (2023). The global gender gap report 2023
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 The Authors

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.









