MODEL KOMUNIKASI PARTISIPATIF PADA DAERAH RAWAN BENCANA DI SULAWESI TENGGARA

Authors

  • Sirajuddin Sirajuddin Universitas Halu Oleo
  • M. Najib Husain Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.52423/jikuho.v10i3.1675

Keywords:

Birokrasi dan Rawan Bencana, Manajemen Komunikasi Partisipatif, Model Komunikasi

Abstract

Sulawesi Tenggara merupakan salah satu provinsi dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi di Indonesia, namun kapasitas manajemen komunikasi bencananya masih tergolong lemah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika manajemen komunikasi bencana pada tahap pra-bencana, tanggap darurat, dan pasca-bencana, serta merumuskan model strategis penguatan komunikasi di wilayah rawan bencana. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan, melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan kebencanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap pra-bencana, simulasi dan pelatihan telah dilaksanakan di kedua lokasi sebagai bagian dari komunikasi kesiapsiagaan. Pada tahap tanggap darurat, koordinasi di Kota Kendari berjalan cukup baik, sementara di Konawe Selatan masih terdapat kendala dalam integrasi antara Dinas Sosial, BPBD, dan Dinas Kesehatan. Pada tahap pasca-bencana, peran opinion leader dan tenaga kesehatan cukup efektif di Konawe Selatan, sementara di Kota Kendari dukungan psikologis bagi anak-anak korban bencana serta relokasi ke wilayah Purirano telah dilakukan. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan forum lintas lembaga untuk mengatasi hambatan birokrasi dan memperjelas alur bantuan, tugas, dan wewenang.

References

Aminudin, A. et al. (2024) ‘Investigating electronic human resource management systems, sustainable innovation, and organizational agility on sustainable competitive advantage in the manufacturing industries’, International Journal of Data and Network Science, 8(3), pp. 1481–1492. Available at: https://doi.org/10.5267/j.ijdns.2024.3.017.

Amrullah, H. et al. (2023) ‘Evaluating flash flood vulnerability using combined deterministic and parametric model: A case in the upper Ciliwung watershed, Indonesia’, IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1266(1). Available at: https://doi.org/10.1088/1755-1315/1266/1/012055.

Arif, A. (2010) Jurnalisme Bencana Bencana Jurnalisme Kesaksian dari Tanah Bencana. Jakarta: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) bekerjasama dengan Tembi, Tifa, dan LSPP.

Asmadi, A. (2010) Manajemen Penanganan Kasus Bencana. Yogyakarta.

Aziz, M.H. (2023) ‘Komunikasi Kebencanaan : Peran Dan Manfaat Pada Mitigasi’, Communications, 5(1), pp. 301–316. Available at: https://doi.org/10.21009/communications.5.1.2.

Haddow, G., & Haddow, K. S. (2013). Disaster communications in a changing media world. Butterworth-Heinemann.

Hasddin, H. and Tamburaka, E. (2021) ‘Studi Karakteristik dan Wilayah Terdampak Banjir di Kecamatan Mandonga, Kota Kendari’, Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 17(4), pp. 420–427. Available at: https://doi.org/10.14710/pwk.v17i4.32391.

Husain, M.N. et al. (2024) ‘Investigating The Role of Culture and Tourism in The Economic and Social Development of Developing Countries and Its Impact on Global Growth’, Evolutionary Studies in Imaginative Culture, 8(1), pp. 418–427. Available at: https://doi.org/10.70082/esic/8.1.34.

Husain, M.N. et al. (2025) ‘“Kaombo Ohusii” as a Means of Development Communication: Uncovering Widow Forest Management Practices in Buton District, Southeast Sulawesi, Indonesia’, Jurnal Komunikasi: Malaysian Journal of Communication, 41(1), pp. 201–215. Available at: https://doi.org/10.17576/JKMJC-2025-4101-12.

Kusmiati, C.Y. (2005) ‘Menuju Perbaikan Manajemen Penganggulan Bencana’, Jurnal Administrasi Publik, 4(2), pp. 185–208.

Lase, D. (2018) ‘Analisis Koordinasi Pemerintah Dengan Pemerintah Daerah Dan Partisipasi Masyarakat Dalam Bidang Kesehatan Pada Bencana Alam Di Kabupaten Nias’, Jurnal Prointegrita, 6(3), pp. 127–147. Available at: https://doi.org/10.46930/jurnalprointegrita.v6i3.2433.

Lemona, M., Yunia, A. and Pinariya, J.M. (2020) ‘Komunikasi Mitigasi Sebagai Langkah Strategis Pengurangan Risiko Bencana di Provinsi Banten’, Warta Ikatan Komunikasi Indonesia, 3(20). Available at: https://warta-iski.or.id/index.php/WartaISKI/article/view/75.

Mulyana, D. (2007) Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nasrullah, Paripurno, E.T. and Prasetyo, J.D. (2021) ‘Pengelolaan bantuan logistik bencana banjir : studi kasus tanggap darurat bencana di kota kendari tahun 2017’, Jurnal Ekonomi, Sosial & Humaniora, 2(07), pp. 25–38.

Pan, X. et al. (2018) ‘Connecting Indonesian Fires and Drought With the Type of El Niño and Phase of the Indian Ocean Dipole During 1979–2016’, Journal of Geophysical Research: Atmospheres, 123(15), pp. 7974–7988. Available at: https://doi.org/10.1029/2018JD028402.

Reid, J.S. et al. (2012) ‘Multi-scale meteorological conceptual analysis of observed active fire hotspot activity and smoke optical depth in the Maritime Continent’, Atmospheric Chemistry and Physics, 12(4), pp. 2117–2147. Available at: https://doi.org/10.5194/acp-12-2117-2012.

Sphere, P. (2004). Humanitarian charter and minimum standards in disaster response. Geneva, Switzerland: The Sphere Project.

Trisnawati, I. (2023) ‘Partisipasi Masyarakat Dalam Penanggulangan Bencana Untuk Mewujudkan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Desa Sindangjaya’, Journal of Geography Education Universitas Siliwangi, 4(1), pp. 44–51. Available at: http://jurnal.unsil.ac.id/index.php/geoducation.

Undang-Undang (2007) ‘Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana’. Jakarta.

Yunia, A. et al. (2020) ‘Program Berbasis Masyarakat dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana di Kabupaten Pandeglang’, Communicare : Journal of Communication Studies, 7(2), p. 172. Available at: https://doi.org/10.37535/101007220205.

Downloads

Published

2025-07-08

Issue

Section

Articles