MEDIA SOSIAL DAN PREFERENSI POLITIK MAYARAKAT PADA PILKADA GUBERNUR SULAWESI TENGGARA 2024
DOI:
https://doi.org/10.52423/jikuho.v10i3.1801Keywords:
media sosial, Pemilihan Gubernur, Pilkada Serentak 2024, Preferensi PolitikAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana media sosial memengaruhi preferensi elektoral pemilih dalam Pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara di Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei terhadap 420 responden yang dipilih melalui teknik multistage random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dan studi dokumentasi, dengan uji validitas dan reliabilitas untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tingkat penggunaan media sosial cukup tinggi, hanya 16,7% responden menyatakan media sosial sangat memengaruhi pilihan politik mereka. Media sosial lebih berfungsi sebagai saluran komunikasi politik untuk menyampaikan program, visi, dan citra kandidat, bukan sebagai faktor penentu utama. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor lain seperti politik uang (55,1%), kedekatan emosional, dan karakter calon lebih dominan dalam membentuk keputusan pemilih. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan keterbatasan peran media sosial dalam memobilisasi suara dalam konteks politik lokal. Secara praktis, hasil ini menunjukkan pentingnya penguatan literasi media digital dan perlunya strategi komunikasi politik yang lebih kontekstual dalam kampanye elektoral.
References
Amelia, R., Prabowo, Y., & Setiawan, H. (2020). The correlation between candidate’s social media activity and electability in regional elections in Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 24(1), 1–15.
Badan Pusat Statistik. (2021). Statistik Generasi Milenial Indonesia 2021. Jakarta: BPS.
Buehler, M. (2013). Electoral Dynamics in Indonesia: Money Politics and Patronage in Local Elections. Journal of Current Southeast Asian Affairs, 32(2), 41–63.
Hadiz, V. R., & Robison, R. (2013). The political economy of oligarchy and the reorganization of power in Indonesia. Indonesia, 96(1), 35–57.
Lim, M. (2017). Freedom to hate: social media, algorithmic enclaves, and the rise of tribal nationalism in Indonesia. Critical Asian Studies, 49(3), 411–427.
Nasrullah, R. (2015). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.
Nugroho, R. , & S. F. (2021). Pengaruh Media Sosial terhadap Perilaku Memilih pada Pemilu Serentak 2019. Jurnal Ilmu Politik Dan Komunikasi, 11(1), 33–45.
Ramadhina Assidiq, W. F., Alfarhani, M. D. U., Nandhika, D., & Amirullah, M. F. (2023). Analisis Peran Media Sosial Dalam Membentuk Identitas Nasional Generasi Milenial di Indonesia. Jurnal Sosial Teknologi, 3(9), 772–775. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v3i9.912
Ufen, A. (2008). Political party and party system institutionalization in Southeast Asia: lessons for democratic consolidation in Indonesia, the Philippines and Thailand. The Pacific Review, 21(3), 327–350. https://doi.org/10.1080/09512740802134174
We Are Social, & Meltwater. (2024). Digital 2024: Indonesia. Https://Datareportal.Com/Reports/Digital-2024-Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 The authors

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.









