KRISIS LEGITIMASI BRAND DALAM KONFLIK SPONSORSHIP FESTIVAL MUSIK PESTAPORA 2025

Authors

  • Rahma Novita Alim Putri Universitas Mercubuana Yogyakarta
  • Alya Dwi Salsabila Universitas Mercu Buana Yogyakarta
  • Ikhsan Fauzi Adha Universitas Mercu Buana Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.52423/jikuho.v11i2.2048

Keywords:

Analisis Wacana Kritis, Festival Musik, Legitimasi Brand, Sponsorship

Abstract

Festival musik tidak lagi sekadar ruang hiburan, tetapi arena komunikasi publik tempat nilai, identitas, dan legitimasi brand dinegosiasikan. Konflik sponsorship Festival Musik Pestapora akibat keterlibatan PT Freeport Indonesia menunjukkan bagaimana kerja sama ekonomi dapat memicu krisis legitimasi simbolik di ruang budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana legitimasi sponsor diproduksi, diperdebatkan, dan dinegosiasikan dalam komunikasi publik festival. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough untuk membaca dimensi teks, praktik diskursif, dan praktik sosiokultural dari pernyataan resmi penyelenggara, pernyataan musisi, pemberitaan media, dan komentar publik di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggara membangun legitimasi secara pragmatis melalui bahasa administratif, sementara musisi dan publik memproduksi narasi moral yang mempertanyakan keselarasan nilai sponsor dengan identitas festival. Ketegangan antara kapital ekonomi dan nilai budaya memicu erosi legitimasi moral dan menghambat pembentukan legitimasi kognitif. Penelitian menunjukkan bahwa dalam industri kreatif, legitimasi brand sangat bergantung pada pengakuan moral komunitas budaya. Secara teoritis, studi ini memperluas pemahaman mengenai sponsorship dengan menempatkannya sebagai praktik komunikasi simbolik yang melibatkan negosiasi legitimasi dalam ruang budaya festival. Temuan ini juga memberikan implikasi praktis bagi penyelenggara festival dan perusahaan sponsor untuk mempertimbangkan keselarasan nilai antara brand dan identitas budaya festival sebelum menjalin kerja sama sponsorship.

References

Alkupra, (2025). Komentar Netizen. https://x.com/alkupra/status/1964026474861908458?s=46St=PxlaMeftNyaNsp_uCb33 Og diakses 12 Januari 2026.

Bennett, A. (2013). Music, style, and aging: Growing old disgracefully? Temple University Press.

Biloslavo, R., Bagnoli, C., Massaro, M., S Cosentino, A. (2020). Business model transformation toward sustainability: The impact of legitimation. Management Decision, 58(8), 1643–1662. https://doi.org/10.1108/MD-09-2019-1296

Bourdieu, P. (1986). The forms of capital. In J. Richardson (Ed.), Handbook of theory and research for the sociology of education (pp. 241–258). Greenwood.

Chusnaini, A. C., S Rasyid, R. A. (2023). The effect of sponsorship suitability on music festival events. Accounting and Management Journal, 7(1), 51–56. https://doi.org/10.33086/amj.v7i1.4088

Cornwell, T. B. (2008). State of the art and science in sponsorship-linked marketing. Journal of Advertising, 37(3), 41–55. https://doi.org/10.2753/JOA0091-3367370304

Creswell, J. W., S Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage.

Fairclough, N. (2010). Critical discourse analysis: The critical study of language (2nd ed.). Routledge.

Gelapfangg. (2025). Komentar Netizen. https://x.com/gelapfangg/status/1964029670556598669?s=46St=PxlaMeftNyaNsp_uCb 33Og diakses 12 Januari 2026.

Harahap, L. M., Napitu, C. Y., Barutar, E. A., Purba, D. R. M., S Hutagalung, S. L. (2025). Strategi manajemen penyelenggara event dalam menjaga kepercayaan stakeholder: Studi kualitatif pada krisis Pestapora 2025. JICN: Jurnal Intelek dan Cendekiawan Nusantara, 2(5).

Hilario, (2025). Komentar Netizen. https://x.com/hilarlo/status/1964031793533001940?s=46St=PxlaMeftNyaNsp_uCb33O g diakses 12 Januari 2026.

Kartasasmita, I. K. H., S Kurniawati, K. (2024). The impact of perceived brand integrity in increasing brand legitimacy in halal cosmetics among Muslim customers in Jakarta, Indonesia. Journal of Islamic Economics Lariba, 10(2), 727–746. https://doi.org/10.20885/jielariba.vol10.iss2.art6

Keboyoranbaru, (2025). Komentar Netizen. https://x.com/keboyoranbaru/status/1964028338613473634?s=46St=PxlaMeftNyaNsp_uCb33Og diakses 12 Januari 2026.

Keni, K., S Callista, C. (2021). Peranan brand image dan brand credibility dalam meningkatkan loyalty intention melalui brand commitment. MIX: Jurnal Ilmiah Manajemen, 11(1), 94–107. https://doi.org/10.22441/mix.2021.v11i1.007

KhosraviNik, M. (2021). Critical discourse studies and social media: Power, resistance and critique in changing media ecologies. Discourse, Context & Media, 42, 100503.

Lim, W. M., Yap, S. F., Tan, L., S Lim, T. W. D. (2026). Brand crisis and legitimacy. Management Decision, 64(2), 540–564. https://doi.org/10.1108/MD-05-2024-1005

Pestapora. (2025). Pernyataan resmi terkait kerja sama sponsorship. https://www.instagram.com/p/DOOrpD4korq/ diakses 12 Januari 2026.

Rebellion Rose, (2025). Pernyataan pengunduran diri dari Festival Pestapora 2025. https://www.instagram.com/p/DOOsD2-ifNC/ diakses 12 Januari 2026.

Rochayatun, S., S Kholifah, F. (2021). Corporate social responsibility: Grasping legitimacy, reaching sustainability. In Proceedings of the International Conference on Engineering, Technology and Social Science (ICONETOS 2020)(Advances in Social Science, Education and Humanities Research). Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/assehr.k.210421.025

Silampukau. (2025). Pernyataan pengunduran diri dari Festival Pestapora 2025. https://www.instagram.com/p/DOPzB_vEwJd/?img_index=1 diakses 12 Januari 2026.

Suchman, M. C. (1995). Managing legitimacy: Strategic and institutional approaches. Academy of Management Review, 20(3), 571–610. https://doi.org/10.2307/258788

Tempo. (2025). Penampil ramai-ramai mundur dari Pestapora karena isu Freeport. https://www.tempo.co/teroka/penampil-ramai-ramai-mundur-dari-pestapora-karena-isu-freeport-2067111 diakses 12 Januari 2026.

The Conversation. (2025). Pestapora 2025: Ketika konser musik jadi medium artwashing. https://theconversation.com/pestapora-2025-ketika-konser-musik-jadi-medium-artwashing-264892 diakses 12 Januari 2026.

The Stance. (2025). Ditolak musisi di Pestapora 2025, PT Freeport disorot isu lingkungan dan pelanggaran HAM. https://thestance.id/ditolak-musisi-di-pestapora-2025-pt-freeport-disorot-isu-lingkungan-dan-pelanggaran-ham diakses 12 Januari 2026.

Wodak, R., S Meyer, M. (2023). Critical discourse analysis: History, agenda, theory, and methodology. Discourse & Society, 34(3), 193–213.

Yang, K., Kim, J., Min, J., S Hernandez-Calderon, A. (2021). Effects of retailers’ service quality and legitimacy on behavioral intention: The role of emotions during COVID-19. The Service Industries Journal, 41(1–2), 84–106. https://doi.org/10.1080/02642069.2020.1863373

.Feast. (2025). Pernyataan pengunduran diri dari Festival Pestapora 2025. https://www.instagram.com/p/DOPlJVKgWqV/ diakses 12 Januari 2026.

Downloads

Published

2026-04-29