PROSES ENCODING DAN DECODING AUDIENS PADA FILM “JATUH CINTA SEPERTI DI FILM-FILM"

Authors

  • Bernard Realino Danu Kristianto Universitas Ciputra
  • Ignasius Liliek Senaharjanta Universitas Ciputra
  • Cherish Vella Tri Hanly Universitas Ciputra
  • Febiana Lia Chandra Universitas Ciputra

DOI:

https://doi.org/10.52423/jikuho.v11i2.2051

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis resepsi penonton terhadap film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (2023) karya Yandy Laurens menggunakan teori encoding/decoding Stuart Hall. Film ini mengusung struktur naratif berlapis melalui teknik film-di-dalam-film serta penggunaan visual hitam-putih dan warna sebagai penanda antara realitas dan fiksi. Meskipun memperoleh apresiasi kritikus, capaian jumlah penonton bioskop film ini relatif terbatas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis resepsi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap sembilan informan yang dipilih secara purposive, terdiri atas mahasiswa, audiens umum perkotaan, dan anggota komunitas film. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi makna dominan film, kemudian memetakan posisi decoding audiens ke dalam kategori dominant-hegemonic, negotiated, dan oppositional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas informan berada pada posisi dominant-hegemonic dan negotiated. Enam dari sembilan informan menempati posisi dominan-hegemonik, sementara tiga lainnya menunjukkan pembacaan yang bersifat negosiasi. Informan dengan literasi sinema tinggi cenderung menerima pesan film secara utuh, sedangkan audiens non-film menerima pesan utama namun menegosiasikannya dengan pengalaman pribadi dan preferensi hiburan. Posisi oppositional ditemukan secara terbatas pada penonton yang mengharapkan narasi linear dan konvensional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kompleksitas naratif menjadi kekuatan artistik sekaligus batas penerimaan audiens dalam perfilman Indonesia kontemporer. Temuan ini memberikan wawasan praktis bagi pembuat film dan praktisi media dalam menyeimbangkan kompleksitas naratif artistik dengan keterjangkauan (kemudahan dipahami) oleh audiens.

References

Ahmed, S. (2024). Audience decoding in the age of TikTok: A Stuart Hall perspective. Journal of New Media & Communication, 12(1), 45–61.

Aufderheide, P. (2025). Stuart Hall and the digital media condition. Media, Culture & Society, 47(2), 210–225.

Auliadinanti, M. A., Wulandari, Z., & Wibisono, K. A. (2025). Reception analysis of popular feminism in the series Gadis Kretek on Netflix. ProTVF, 9(1), 75–91. https://doi.org/10.24198/ptvf.v9i1.51866

Bison, M., & Bremond, F. (2025). Children’s comprehension of time and their interpretation of event relations in narrative film. Journal of Early Childhood Literacy, 24(3). https://doi.org/10.1177/14703572251328342

CINEMAPOETICA. (2023). Jatuh Cinta Seperti di Film-Film: Memilih Mawas, Menolak Malas. Cinemapoetica. https://cinemapoetica.com/

Eze, C. (2023). Encoding/decoding revisited: Audiences negotiating ideology in political memes. Communication Theory Review, 39(4), 355–372.

Hall, S. (1980). Encoding/decoding. In Culture, Media, Language (pp. 128–138). Routledge.

Hall, S. (1990). Hall_1990_Cultural_Identity_Diaspora.ris.

Hall, S. (1997). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. Sage.

Hapsari, D., & Wulandari, R. (2024). Representasi gender dalam iklan digital Indonesia: Analisis berdasarkan teori Stuart Hall. Jurnal Komunikasi Indonesia, 9(2), 112–130.

Kauber, S., & Rohn, U. (2025). Understanding Film Industry and Audience Dynamics Through Imagined Affordances, Social Network Markets and Value Creation. Eastern European Screen Studies, 16(3), 293–311. https://doi.org/10.1080/29974828.2025.2449755

Kudadiri, R., & Mulyadi, D. (2025). Ujaran ilokusi dalam film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film karya Yandy Laurens. Jurnal Pragmatik Dan Linguistik, 12(1), 45–58.

Lewis, G. (2024). Revisiting Hall: Representation, identity, and power in post-digital culture. European Journal of Cultural Studies, 27(3), 389–405.

Liputan6.com. (2024, December 12). Jatuh Cinta Seperti di Film-Film Kembali Tayang di Bioskop. Liputan6.Com. https://www.liputan6.com/regional/read/5826988/jatuh-cinta-seperti-di-film-film-kembali-tayang-di-bioskop

The Guardian. (2024). Golden age for South East Asian cinema as local films break box office records. The Guardian. https://www.theguardian.com/film/article/2024/jul/06/golden-age-for-south-east-asian-cinema-as-local-films-break-box-office-records

Wessels, B. (2023). How Audiences Form: theorising audiences through how they develop relationships with film. Participations, Journal of Audience and Reception Studies, 19(2). https://www.participations.org/19-02-16-wessels.pdf

Yi, D., Mansor, N., Haniz, N., & Nor, M. (2025). Exploring The Impact Of Narrative Techniques On Audience Satisfaction In Contemporary Chinese Commercial Films In The New Period Of China. In International Journal of Environmental Sciences (Vol. 11, Number 17). https://theaspd.com/index.php/ijes/article/view/5683

Downloads

Published

2026-04-29